Pencarian

Tipe-Tipe 3G Serta Kelebihan Dan Kekurangannya

Diterbitkan tanggal 25 April 2014 dalam kategori Informasi Terbaru, dengan label , ,
jaringan-3g-logo

Sebelum membahas tipe-tipe 3G serta kelebihan dan kekurangannya, perlu diketahui bahwa 3G merupakan jaringan internet mobile generasi ketiga setelah keluarnya 2G. Teknologi 3G adalah hasil dari sebuah penelitian yang dikembangkan oleh International Telecommunicatiom Union (ITU) pada tahun 1980. Sedangkan untuk spesifikasinya dikembangkan selama kurang lebih 15 tahun.

Spesifikasi teknologi 3G secara umum adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan akses sebesar 384 Kbps jika dalam kondisi bergerak ( misalnya pakai handphone sambil jalan-jalan )
  • Kecepatan minimum 2 Mbps untuk kondisi statik ( misalnya pakai modem dirumah )
  • Untuk pengguna Genearl Packes radio service (GPRS/2G) mencapai 114 Kbps

Sedangkan untuk tipe-tipe dari jaringan 3G terdapat beberapa macam, diantaranya yaitu:

1. CDMA 2000
Sistem ini pada tahun 2000 pertama kali ditawarkan dan digunakan di negara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Standart yang dipakai sering disebut sebagai 1xRTT atau secara sederhana “1 times Radio Transmission Technology”. Kanal yang digunakan pada CDMA 2000 adalah 1,25-MHz (megahertz). CDMA 2000 juga mempunyai kapasitas suara 3x lebih baik bila dibandingkan dengan EVDO.

2. EDGE
EDGE merupakan generasi terbaru perkembangan dari generasi sebelumnya yaitu 2G GSM. EDGE digunakan secara luas karena memiliki kemudahan upgrade dari infrastruktur 2G GSM yang ada pada sel ponsel. Jika EGDE dikombinasikan dengan GPRS 2.5G, maka disebut dengan nama EGPRS. EGPRS tersebut dapat memungkinkan kecepatan akses sebesar 200 kbit/s. Tetapi EDGE sangat jarang dipasarkan sebagai bagian dari sistem 3G karena EDGE lebih unggul dari segi efisiensinya bila dibandingkan dengan CDMA2000. Kelemahan dari EDGE sendiri yaitu masih sulit dalam mencapai kecepatan data yang tinggi karena adanya keterbatasan bandwidth sebesar 200 kHz (kilohertz).

3. W-CDMA
Sistem W-CDMA (Wideband Code-Division Multiple Access) adalah jaringan yang paling umum dan banyak dipasarkan. W-CDMA dipasarkan dengan pita 2.100 MHz, ada juga yang 850, 900 dan 1.900 MHz. W-CDMA, merupakan teknologi generasi ketiga 3G untuk GSM. Kecepatan W-CDMA dapat mencapai 384 Kbps dan dimasa akan datang diperkirakan akan meningkat hingga 10Mbps. Teknologi W-CDMA menggunakan Wideband-AMR (Adaptive Multi-rate) sehingga kualitas suara yang dihasilkan lebih baik dari generasi sebelumnya.

jaringan-3g-logo4. TD-SCDMA/UTRA/UMTS-TDD
Time Division Synchronous Code Division Multiple Access (TD-SCDMA) atau UTRA/UMTS-TDD 1,28 Mcps Low Chip Rate (LCR) adalah suatu mobile wireless yang ditemukan di telekomunikasi mobile pada UMTS di Cina sebagai alternatif dari W-CDMA. Jaringan TD-SCDMA ini di hanya gunakan di negara Cina saja dan jaringan ini juga sebagai jaringan standar di negara Cina. TD-SCDMA masih termasuk bagian dari wireless 3G yang mempunyai sistem seperti pada sistem GSM.

5. DECT
DECT (Digital European Cordless Telephone) adalah sebuah sistem telepon cordless yang dikembangkan oleh ETSI (European Telecommunication Standards Institute) selesai pada tahun 1992. Fungsi sistem DECT yaitu untuk menyediakan local mobility pada portable user dari sebuah sistem PBX (Private Branch Exchange) yang berada dalam sebuah bangunan atau gedung. Sistem ini dikembangkan berdasarkan standar OSI (Open System Interconnection), sehingga memungkinkannya untuk terhubung dengan network system lain seperti GSM ataupun ISDN. DECT menggunakan alokasi kanal dinamik yang didasarkan pada kuatnya sinyal yang diterima oleh portable user.

6. WiMAX
WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi tahun 2007 dengan akses nirkabel pita lebar Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kecepatan akses tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik dan beragam. Selain kecepatan data yang tinggi, WiMAX merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data hingga 70 MBps, jaringan WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband, last mile dan backhaul.

7. HSPA
HSPA adalah jaringan yang merupakan gabungan dari beberapa pembaruan dari W-CDMA yang menawarkan kecepatan akses sebesar 14,4 Mbit/s ke bawah dan sebesar 5,76 Mbit/s ke atas. Jaringan HSPA kompitabel terhadap frekuensi yang sama seperti W-CDMA.

8. HSPA+
HSPA+ merupakan pembaruan dari HSPA yang memberikan kecepatan akses mencapai 168 Mbit/s untuk downlink dan 22 Mbit/s untuk uplink. Pengembangan lain pada HSPA+ adalah tambahan penggunaan antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang membantu meningkatkan kecepatan data. HSPA+ memberikan pilihan berupa arsitektur all-IP (Internet Protocol) yang dapat mempercepat jaringan dan lebih murah dalam penyebaran dan pengendaliannya.

Menggunakan jaringan 3G sebenarnya relatif lambat jika dilihat secara global. Hal tersebut karena 3G tidak menggunakan frekuensi radio, sehingga harus membangun jaringan yang selalu baru. Selain itu jika menggunakan jaringan 3G membutuhkan biaya yang cukup besar untuk melakukan pembaruan transmisi hardware.

Share this!

Tinggalkan Balasan